Jumat, 24 Januari 2014
Kamis, 23 Januari 2014
Mas
Mas
Janganlah kau coret-coret papan itu lagi
Mas
Sudah cukup mas mengoceh tak jelas
Mas
Sudah muak ku kau cuekin
Mas
sudah cukup kau godai teman-temanku
Sudah
cukup
Sudah
cukup jelas kita tak berjodoh, mas
Balada Sepatu, Kerikil dan Aku
Cukup lama aku berjalan di jalan setapak ini
Tak jua ku temukan ujungnya
Semakin lama jalannya semkain sempit dan berkerikil
Sial!
Berkali-kali kerikil-kerikil itu nyempil di sepatuku
Tajam
Cukup tajam untuk merobek telapak kakiku
Aku berjalan terseok, kemudian menringis kesakitan
Jikalau aku bertemu beberapa krikil lagi dijalan depan, kemudian aku berjinjit menghidnar
Ah sial!
Tetap saja krikil-krikil itu punya banyak cara nyempil di sepatuku
Jikalau aku sudah menemukan ujung dari jalan ini aku tetap yakin orang yang berada diujung sana tetap akan mengirimku kembali kepada krikil-krikil sial yang senangnya bukan main nyempil di sepatuku
Jadi mungkin aku memang harus belajar mencintai krikil yang nyempil di sepatuku
Bukan begitu?
Langganan:
Komentar (Atom)