Sabtu, 21 Februari 2015

Bunga Matahari



Hari itu kamu sungguh terlihat bahagia. Aku pun sungguh ikut berbahagia melihat senyum lebarmu yang memperlihatkan gigi-gigimu yang berjejer rapi. Dengan dorongan dari temanku, aku malu-malu aku memberimu rangkaian bunga matahari dihari pembuktian bahwa kamu sudah menyelesaikan tugasmu sebagai mahasiswa. Aku yakin kamu pasti bahagia, bahagia yang meluap-luap. Aku bisa merasakannya.
Kau tahu arti bunga matahari? Menurut mitologi Yunani, bunga matahari adalah jelmaan dari seorang nimfa. Nimfa adalah salah satu makhluk lengendaris mitologi Yunani yang berwujud wanita. Nimfa biasanya hidup di tempat-tempat tertentu dan menyatu dengan alam. Dikisahkan bahwa nimfa bernama Clytie jatuh cinta dengan dewa matahari, Helios. Setiap hari Helios menjelajahi angkasa dari pagi hingga menjelang malam tanpa memperhatikan Clytie yang mencintai dirinya dan memperhatikannya dari pagi, siang maupun malam hari.
Kesetiaan Clytie kepada Helios pun terbukti, Clytie tidak pernah berpindah tempat dari pagi hingga malam menjelang hanya untuk melihat Helios dan tidak ingin berpaling darinya. Setiap hari dia memandangi langit dan menunggu Helios kembali mengarungi angkasa. Selama delapan hari Clytie melakukan itu, dia tidak makan, minum bahkan tidak ada waktu untuk tidur. Clytie melakukan itu agar Helios mengerti ketulusan cintanya kepada Helios. Sayang, sang pujaan hati bahkan tidak menyadari keberadaan Clytie dan tidak menoleh sedikitpun ke arah gadis tersebut. Keajaiban terjadi dihari kesembilan, tiba-tiba akar mulai tumbuh di kaki Clytie. Tubuhnya berubah menjadi batang dan kecantikan wajah dari gadis tersebut berubah menjadi keanggunan dari sebuah bunga yang selalu menghadap matahari.
Mungkin kamu bisa menebak pesan dari legenda tersebut. Kesetian. Ya, kesetian seoarang gadis pada seseorang yang bahkan tidak pernah mengetahui eksistensinya. Tapi aku memberimu bunga itu tidak untuk memperlihatkan kesetiaanku kepadamu, karena aku tidak mempunyai kekuatan seperti Clytie, maksudku aku tidak yakin akan terus menyukaimu seperti sekarang, seperti rasa suka Clytie kepada dewa matahari yang bahkan tak kenal waktu. Itu terlalu gila!. Cerita seperti hanya ada di film, drama, novel atau legenda. Setiap orang mempunyai batasnya sendiri-sendiri begitu juga aku.
Tapi taukah kamu selain melambangkan kesetian bunga matahari juga melambangkan kegembiraan dan kesuksesan. Kelopak bunganya yang berwarna kuning bernuansa musim panas adalah lambang dari kebahagiaan. Maka lewat bunga ini aku berharap hidupmu selalu diliputi kebahagiaan. Bukankah hari itu adalah lembaran barumu sebagai seorang dewasa? Sekarang kamu bukanlah mahasiswa yang suka bermain-main, kamu naik satu level. Tentu pola pikirmu pun akan berubah tidak hanya memikirkan dirimu tapi masa depanmu yang panjang. Karena aku hanya salah satu figuran yang muncul pada waktu ini dihidupmu dan aku tidak yakin kita akan dipertemukan dilain waktu maka pada saat inilah aku akan selalu berdoa agar hidupmu selalu diliputi kebahagiaan dan mendapat kesuksesan. Biarlah bunga matahari selalu memandang ke arah matahari karena bertahan atau melepaskan itu tergantung hatimu.
                                           


                                                                                                                              Untuk kamu,
                                             yang aku doakan selalu sehat dan diliputi kebahagian.

Rabu, 11 Februari 2015

I'm Flyin' Under The Radar!



Sudah lebih dari tiga hari ini aku selalu “memata-matimu” lewat facebook, menunggu barang kali ada tanda-tanda kehidupan difacebookmu tapi tetap saja status terbaru yang terpampang difacebookmu kau kirim beberapa minggu yang lalu. Kalau kamu bisa melihat siapa saja yang menggunjungi laman facebookmu mungkin aku berada di urutan teratas. Aku beruntung karena laman facebookmu bahkan tidak digembok, sehingga siapapun yang tidak berteman denganmu bisa leluasa melihat aktivitas didalamnya termasuk aku yang tidak punya keberanian barang menjadi temanmu di dunia maya. Beberapa kali jemariku sangat ingin memencet tombol “Add Friend” tapi otakku selalu melarangnya. Entah kenapa aku selalu berpikir untuk tidak terlihat olehmu.”Just flyin’ under the radar!”, pikirku. Biarlah aku menyukaimu tanpa perlu kamu ketahui. Aku selalu bertanya-tanya apa pendapatmu jikalau tahu aku sering melakukan aktivitas “mata-mata” ini. Apa kamu marah? Suka? atau malah ilfeel?. Kemungkinan terbesar jawabanmu adalah yang terakhir. Tidak masalah karena itu adalah caraku memperhatikanmu tanpa diketahui. Memang terdengar menyeramkan karena “dimata-matai” tapi tenang saja aku tidak akan menyakitimu atau membuntutimu kemanapun kamu pergi, aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja. Semoga selalu sehat dan bahagia ya.

Jumat, 24 Januari 2014

IT'S HARD FEELING

Falling in love with someone is kinda hard feeling. Please stay away from me.

Kamis, 23 Januari 2014

Mas



Mas
 Janganlah kau coret-coret papan itu lagi
Mas
Sudah cukup mas mengoceh tak jelas
Mas
Sudah muak ku kau cuekin
Mas
sudah cukup kau godai teman-temanku
 Sudah cukup
Sudah cukup jelas kita tak berjodoh, mas

Balada Sepatu, Kerikil dan Aku



Cukup lama aku berjalan di jalan setapak ini




Tak jua ku temukan ujungnya




Semakin lama jalannya semkain sempit dan berkerikil




Sial!




Berkali-kali kerikil-kerikil itu nyempil di sepatuku




Tajam




Cukup tajam untuk merobek telapak kakiku




Aku berjalan terseok, kemudian menringis kesakitan




Jikalau aku bertemu beberapa krikil lagi dijalan depan, kemudian aku berjinjit menghidnar




Ah sial!




Tetap saja krikil-krikil itu punya banyak cara nyempil di sepatuku




Jikalau aku sudah menemukan ujung dari jalan ini aku tetap yakin orang yang berada diujung sana tetap akan mengirimku kembali kepada krikil-krikil sial yang senangnya bukan main nyempil di sepatuku




Jadi mungkin aku memang harus belajar mencintai krikil yang nyempil di sepatuku




Bukan begitu?